Pengalaman ke Jepang saat Wabah COVID-19

Posted on

Sebelum mewabah di Indonesia, COVID-19 sudah lebih dulu mendarat di Jepang. Kala itu, kasus positif COVID-19 di Jepang belum sebanyak sekarang dan orang-orang masih beraktivitas seperti biasa. Sama halnya dengan masyarakat Indonesia yang masih santuy karena belum adanya kasus COVID-19. Meskipun begitu, agenda wisata ke negara yang terpapar COVID-19 tetap menimbulkan dilema, lho. Kami pun mewawancarai salah satu traveler yang wisata ke Jepang pada bulan Februari 2020 lalu. Ita-san, seorang pecinta travelling ini bakal berbagi pengalaman ke Jepang saat wabah COVID-19. 

Kira-kira, seperti apakah respon masyarakat dan pemerintah Jepang saat COVID-19 mulai merebak di negaranya? Berikut ini hasil bincang-bincang kami dengan Ita-san. 

Hi, boleh kenalan dulu dengan pembaca Jalan2kejepang.com?

 

Hi, aku Tri Puspitasari, akrab dipanggil Ita/Itok/Ipus dan punya hobi jalan jalan dan menulis.

 

Boleh dijelaskan kapan ke Jepang, tujuan ke mana saja, dan berapa lama di sana? 

 

Perjalanan 20-24 Februari 2020. Sampai Jakarta 25 Februari 2020 karena perjalanan pulang merupakan penerbangan tengah malam. Selama di Jepang menginap di daerah Asakusa. Objek wisata yang dikunjungi sekitaran Tokyo seperti Shibuya, Hachiko, Ginza. Juga menempuh perjalanan menggunakan JR Tokyo Wide Pass ke Kawazu dan Gala Yuzawa.

 

Apa saja sih persiapan yang kamu lakukan saat akan liburan ke negara yang terpapar COVID-19? 

 

Langkah Prevetif saat Wisata ke Jepang

Update informasi seputar kondisi di negara tujuan dari Erni (teman yang tinggal di Jepang). Jaga kesehatan sejak masih di Indonesia. Beberapa hari sebelum berangkat, kami memaksimalkan peningkatan daya imun. Kami juga membawa hand sanitizer, masker, cairan alkohol, dan tablet multivitamin.

 

Dengar-dengar ke Jepang dengan teman-teman? Saat mendengar tentang COVID-19, bagaimana respon kamu dan teman-teman? 

 

Terus terang, aku sendiri panik dan sempat ada pikiran pengin membatalkan. Namun, merasa agak sayang saja karena dapat tiket promo ke Jepang yang murahnya kebangetan (mendapatkan promo tiket setahun sebelumnya-Red). Selain itu dalam trip ini, akulah yang membuat itinerary jadi sangat berat rasanya kalau harus di-cancel. Belum tentu di lain kesempatan bisa dapat tiket semurah itu. 

Pengalaman ke Jepang saat Wabah Covid-19

Aku terus berkomunikasi dengan Erni. Dari Erni aku mendapat update bagaimana kondisi Jepang saat ini.  Jumlah positif COVID-19 di sana bertambah tapi jumlahnya masih sedikit dan belum red zone. Darinya aku disarankan untuk senantiasa menjaga kebersihan.

Ternyata diam-diam, teman-teman aku pun mencari informasi seputar kondisi Jepang saat itu. Bedanya, mereka tetap mantap untuk maju. Jadilah aku termotivasi dan semangat lagi untuk ke Jepang. Akhirnya usaha preventif kami lakukan dengan maksimal. Menjaga kebersihan jelas. Kami membawa hand sanitizer kemana-mana. 

Selain itu kami juga membawa semprotan alkohol yang kami gunakan untuk menyemprot apa pun yang bersinggungan dengan kami. Pakai masker. Saat pulang ke penginapan, semua barang yang kami bawa dari luar, termasuk winter coat, kamu semprot alkohol, berikut dengan seisi kamar. Kami juga meminimalisasi makan di luar dan memilih masak sendiri.

 

Bagaimana kondisi Jepang saat kamu ke sana saat ada wabah COVID-19? Mohon dijelaskan kesan kamu dengan cara orang Jepang dalam menyikapi COVID-19? 

 

Sudah mulai ada beberapa yang positif COVID-19. Cuman belum banyak. Mereka juga sudah dikarantina, jadi agak lega. Kondisinya juga habis ada yang berita kapal yang penumpangnya ada yang positif COVID-19 (Diamond Princess-Red), terus satu kapal dikarantina. 

Wisata ke Jepang Covid-19

Dapat informasi dari Erni kalo nanti di pesawat ada satu saja penumpang yang panas dan menunjukkan tanda-tanda COVID-19, langsung seisi pesawat karantina 14 hari dan nggak boleh masuk Jepang. Kami masih berani maju, positive thinking itu sangat diperlukan. Cuma ya agak konyol juga waktu persiapan membawa pakaian yang seenggaknya bisa untuk 14 hari, jaga-jaga kalau dikarantina, he-he.  

Kalau aku lihat, kesadaran dari warga Jepang sendiri sudah tinggi. Jadi mereka semua pakai masker, baik wisatawan maupun yang jualan di objek wisata. Dalam hal kebersihan juga. Jadi, pemerintah dalam menerapkan kebijakan pencegahan COVID-19 menjadi lebih mudah. Pemerintah Jepang juga lebih ketat.

 

Meski sedang ada wabah COVID-19, adakah pengalaman berkesan selama liburan ke sana? 

 

Wisata ke Jepang saat COVID-19

Liburannya sangat berkesan. Senang banget bisa lihat sakura mekar dan salju sekaligus di satu waktu. Benar-benar momen langka. Seneng banget akhirnya bisa naik shinkansen. Pokoknya memberikan pengalaman banget lah, posisi ini juga trip pertama yang mana aku dapat job desk bikin itinerary. Apalagi waktu itu juga buka jastip dan merupakan pengalaman pertama dalam hal buka jastip.

Merasa tertantang juga karena gimana caranya bisa survive di tengah kondisi yang agak mencekam waktu itu. Pokoknya trip ini benar-benar membuat aku keluar dari zona nyaman. Dan yang aku yakini, orang yang berani keluar dari zona nyaman berarti sudah berhasil naik ke anak tangga selanjutnya.

 

Adakah tips yang ingin kamu share dengan pembaca Jalan2kejepang.com?

 

Tips dari aku, kalau mau liburan ke Jepang, karena kondisi sekarang sudah seperti ini ya ditunda dulu saja nanti kalau dunia sudah benar-benar aman dari COVID-19. Nanti pun ketika sudah bisa jalan-jalan lagi, lanjutkan untuk memiliki gaya hidup bersih dan sehat, jangan hanya saat ada COVID-19 saja. 

Kawazu Sakura

Yang paling penting juga adalah jangan panik dan tetap positive thinking. Percayalah dengan positive thinking itu membantumu dalam banyak hal. Bahkan orang yang secara fisik sehat saja bisa sakit karena panik dan negative thinking.

Satu lagi, buat kamu yang ingin ke Jepang, ada baiknya memilih akhir bulan Februari. Di momen itu kamu bisa melihat sakura mekar (berjenis kawazu sakura) dan salju sekaligus. Dan buat menghemat bujet, ada baiknya menggunakan JR. Ini akan menolongmu banget kalau kamu menuju destinasi wisata Jepang yang jauh-jauh (seperti Kawazu dan Gala Yuzawa) seperti aku kemarin.

 

Dari wawancara pengalaman ke Jepang saat wabah COVID-19 ini, kita bisa memetik pelajaran bahwa langkah preventif sangat diperlukan. Ita-san dan teman-temannya pulang ke tanah air dengan selamat dan kondisi tubuh yang sehat karena melakukan langkah-langkah pencegahan.

Kita pun juga bisa harus belajar untuk tidak panik, tetapi selalu waspada dan senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Nah, untuk saat ini kita #DiRumahAja dulu ya. Kamu bisa mengisi aktivitas #DiRumahAja dengan bikin masker Daiso DIY, lho. Nanti, jika pandemi COVID-19 sudah berakhir,  kita bisa wisata ke Jepang lagi!!!!

The post Pengalaman ke Jepang saat Wabah COVID-19 appeared first on Jalan-jalan ke Jepang.

Source: www.jalan2kejepang.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *